Beginilah Cara Mengusir Asap Dengan Baking Soda

Beginilah Cara Mengusir Asap Dengan Baking Soda

Sebelumnya kita hanya mengenal baking soda sebagai bahan untuk membuat adonan kue. Pada perkembangan selanjutnya, diketahui bahwa bahwa baking soda atau sodium bikarbonat juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, kecantikan, bahkan untuk keperluan rumah tangga.

Akan tetapi siapa sangka, selain memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, kecantikan, dan untuk keperluan rumah tangga, ternyata baking soda juga bisa digunakan untuk memurnikan udara dalam ruangan. Hal ini tentu menjadi kabar menggembirakan ditengah asap yang melanda beberapa wilayah di Indonesia.

Sebagaimana dikutip dari Komunitas Baking Soda Indonesia, berikut ini petunjuk pemakaian baking soda murni untuk membersihkan udara:
  • 1. Wadahi segenggam soda kue murni (tanpa zat anti-kempal) dalam wadah mangkuk. Mangkuk bisa terbuat dari bahan apa saja.
  • 2. Buat beberapa mangkuk soda kue minimal sejumlah ruangan yang ada di dalam rumah.  
  • 3. Taruh satu mangkuk dalam ruangan yang tidak terlalu terpapar asap. Taruh lebih dari satu mangkuk untuk ruangan yang menjadi lokasi keluar masuk orang/sering terbuka pintunya.
  • 4. Taruh di ruangan dengan jendela tertutup supaya tidak ada asap masuk. Letakkan mangkuk-mangkuk itu di sudut-sudut ruangan, di atas lemari, atau tempat yang aman yang tidak mudah tersenggol oleh anak-anak.
  • 5. Dalam ruangan tertutup, udara sudah relatif bersih dari partikel asap dalam waktu 1 jam, in syaa Allah.
  • 6. Mangkuk soda kue dapat bertahan selama sebulan sebelum diganti dengan soda kue yang baru.
Demikian petunjuk penggunaan baking soda dalam memurnikan ruangan yang terpapar asap, semoga bermanfaat.
Sumber : arrahmah.com

READ MORE

Jangan Biasakan Bayi Tidur di Gendong Atau Diayun

Hati-hati, lo, membiasakan bayi tidur dalam gendongan atau diayun. Soalnya ia kelak tak punya percaya diri.Tidur dalam gendongan atau ayunan, pastilah amat nyaman dan menyenangkan.makanya si kecil jadi lelap dan mudah tidur. Itu sebabnya, banyak ibu menidurkan bayinya dengan cara digendong atau diayun. Padahal, sebenaya para ibu tak perlu bersusah payah seperti itu. Seperti dikatakan dr. Kishore R.J., Sp.A, Mau tak mau, bayi akan tidur dengan sendirinya, kok, tanpa harus digendong atau diayun. Sebab, jelas, dokter spesialis anak dari RSIA Hermina Podomoro ini, tidur merupakan kebutuhan dasar manusia, termasuk bayi.

Jadi Tak Percaya Diri

Justru kalau si bayi biasa digendong atau diayun kala hendak tidur, menurut Kishore, bisa-bisa ia jadi tergantung. Kalau nggak digendong atau diayun, ia akan rewel, tidak mau tidur. Memang diakui Kishore, cara-cara tersebut bisa membuat bayi lebih cepat tidur. Tapi di sisi lain, kita juga harus memikirkan dampak buruknya bagi si bayi. Selain jadi tergantung, akibat lebih jauhnya pada pola pertumbuhan berikutnya adalah kepercayaan diri anak bisa hilang. Ia bisa jadi anak yang tak PD (percaya diri). 

Jangan Biasakan Bayi Tidur di Gendong Atau Diayun

Yang lebih berbahaya adalah bila ibu memiliki kebiasaan menidurkan bayi sambil menyusui. Ini memang akan membuat bayi merasa aman dan nyaman. Tapi bahayanya kalau ibu ketiduran, entah karena capek atau mengantuk, hidung si bayi bisa tertindih tubuh ibu. Akibatnya ia tak bisa bernafas, terang Kishore.

Jadi, anjur Kishore, jangan biasakan bayi tidur dengan cara dimanipulasi seperti diayun atau digendong. Biarkan bayi tidur secara alamiah. Di rumah sakit pun, setelah lahir, ia bisa tidur sendiri tanpa diayun atau digendong, Nah yang biasa terjadi, setelah satu minggudi rumah, kadang si ibu mengeluh, Dok, anak saya susah tidur. Menurut Kishore, itu disebabkan di rumah si bayi sudah biasa ditidurkan dengan digendong atau diayun.

Tidak Capek

Yang harus dipahami, terang Kishore, bayi - bayi umumnya akan tidur sendiri bila ia sudah merasa kenyang, terutama pada bayi yang baru lahir. Biasanya ini berlangsung sampai bayi berusia 2-3 bulan. Setelah usia 3 bulan, di samping perutnya tidak lapar, bayi juga akan tidur dengan sendiri bila ia sudah capek bermain. 

Jangan lupa, di usia ini bayi mulai memberi respon terhadap lingkungan sekitaya. Lingkungan merupakan barang baru baginya. Ia ingin menjelajah ke mana-mana. Tapi kalau lingkungannya itu-itu saja, si bayi akan bosan dan ia akan jadi rewel. 

Apalagi jika ia sering digendong, sehingga tak punya kesempatan untuk braktivitas fisik. Akibatnya, ia tak merasa capek, sehingga akan lebih sulit tidur, tutur Kishore. Mulai usia 6 bulan ke atas, lain lagi persoalannya. Ada beberapa faktor yang bisa membuatnya susah tidur, ujar Kishore. Di antaranya, pengalaman pada siang hari. Misal, sehabis jatuh atau muntah setelah makan sesuatu. Ini akan mambuat bayi trauma

Contoh lain, bayi diajak bermain terlalu lama, sehingga ia masih terbayang. Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi, ia takut atau malah kembali minta diajak melakukan permainan yang sama, Penyebab lain, si bayi mungkin merasa takut ditinggal, terutama oleh ibu. Atau, seperti yang sudah diutarakan di atas, ia masih merasa lapar. Semua itu mengganggu bayi, sehingga membuatnya susah tidur, tukas Kishore. 

Selain itu ada pula masalah perubahan lingkungan. Misalnya, si bayi biasa tidur di kamar ber-AC atau menggunaksn kipad angin, tentu akan gelisah. Begitupun sebaliknya. Karena ia belum beradaptasi dengan suasana yang baru, terang Kishore. Bahkan tempat tidur berubah pun, tak jarang membikin si bayi rewel. Ia akan merasa asing. Biasanya terjadi pada bayi sampai usia 6- 7 bulan. Namun akan berubah sesuai pertambahan usia. Karena itu saran Kishore, janganlah ibu sebentar sebentar menggendong si bayi hanya karena mau anaknya segera tidur. Cari dulu penyebabnya kenapa ia rewel, susah tidur. Jangan buru-buru digendong atau diayun.

Keadaan Tertentu

Begitupun bila bayi terbangun dan menangis. biasanya bayi terbangun darena 3 hal, yaitu lapar, takut tak ada teman di sampingnya, dan ada sesuatu yang tak mengenakkan semisal sakit atau buang air. Nah, tangisannya itu untuk memberikan informasi kepada si ibu atau pengasuhnya bahwa ada sesuatu yang terjadi padanya. 

Jadi, periksa dulu kondisi bayi. Misalnya, kalau ia terbangun lantaran pipis, segeralah ganti popoknya. Atau bila ibu ingin si kecil tak terganggu tiduya lantaran mengompol, bisa dipakaikan diapers. Namun pemakaian diapers memiliki risiko, yakni kemungkinan timbul iritasi pada kulit bayi, ujar Kishore.

Karena itu perhatikan betul jenis diapers-nya maupun tingkat kepekaan kulit bayi ibu. Tak jarang si kecil terbangun dan menangis lantaran mengalami mimpi buruk. berdasarkan penelitian, bayi memiliki fluktuasi gambaran seperti mimpi. Masalahnya, kita, kan nggak mungkin menanyakan langsung kepada si bayi. Kita hanya bisa mengetahui dari tangisannya yang keras dan biasanya ia juga menjadi rewel, terang Kishore. 

Nah, kalau bayi rewel lantaran mimpi buruk atau sakit, bolehlah ibu menggendongnya untuk membuatnya merasa nyaman. Bayi-bayi yang demikian memang membutuhkan teknik pendekatan tersendiri. Entah dengan digendong atau diayun, karena mereka membutuhkan rasa aman, lanjut Kishore. 

Namun begitu, Kishore mengingatkan agar hal tersebut dihilangkan sedikit demi sedikit untuk mencegah si bayi jadi tergantung. Nanti ia tak akan tidur kalau tak digendong atau diayun, tukasnya. Khusus untuk bayi yang sakit, selain memberinya perasaan aman, tentulah ibu harus mengobati penyakitnya. Kalau tidak, Meskipun ibu sudah menggendong atau mengayunnya dengan cara apa pun, ia akan tetap rewel dan susah tidur. Soalnya, ia tetap merasa tidak enak akibat rasa sakit tersebut.

Mengubah Pola

Tak jarang bayi rewel hanya karena ingin ditemani. Biasanya ini berkaitan dengan pola tidur, khususnya pada bayi baru lahir, terang Kishore. Sebab, bayi baru lahir tak tahu kapan harus tidur dan kapan harus bangun. Sering terjadi, sepanjang pagi dan siang ia tidur dan terjaga serta rewel pada malam harinya. Nah, rewelnya ini lebih sering bukan lantaran sakit atau lapar, tapi minta ditemani. Dalam hal ini, anjur Kishore, ibu harus mengubah pola tidur si kecil. Bila siang hari ia tidur, sebaiknya dibangunkan. Jadi, malamnya gampang tidur. 

Nah, selain melatih pola tidur anak, ibu pun bisa istirahat. Memang, bisa saja si bayi justru jadi rewel karena dibangunkan. Tak apa-apa. Toh, nanti ia tak rewel lagi kalau pola tiduya sudah berubah. Pendeknya, ibu harus peka mengapa si kecil jadi rewel atau susah tidur. Jadi, ibu tak harus selalu menggendong atau mengayunnya. Selanjutnya, agar si kecil bisa tidur, ibu mencoba meninabobokannya dengan memperdengarkan alunan ayat suci al Qur’an lewat kaset murottal. Pasti, deh, si kecil akan merasa tenang dan mudah tidur, lantaran ia merasa ada seseorang yang menemaninya.

READ MORE

Para Peneliti Barat Menemukan Manfaat Tidur Sejenak Di Siang Hari

Para peneliti menyarankan tidak membuang kesempatan tidur siang minimal 45 menit kalau Anda ingin menikmati hidup lebih lama. Terlebih yang sering terbebani aktivitas memicu stres ingin meraih hidup sehat. Percayakah, tidur siang sejenak menurunkan tensi dan melindungi jantung.

Hal itu terungkap dalam temuan terbaru yang melibatkan 85 mahasiswa sehat. Mereka kemudian dibagi dua kelompok. Satu kelompok memiliki waktu tidur siang selama satu jam, lainnya tak punya kesempatan tidur. Kedua kelompok diberi tes untuk mengetahui tekanan mental yang dialami.

Tekanan darah dan detak jantung meningkat pada kedua kelompok siswa ketika menjalani tes stres. Tapi, tensi rata-rata yang tidur siang paling sedikit 45 menit secara signifikan lebih rendah setelah tes stres ketimbang dengan yang tidak tidur.

“Temuan kami menunjukkan tidur siang dapat memberikan manfaat kardiovaskular dengan mempercepat pemulihan kardiovaskular menyusul aktivitas yang menekan mental,” tulis peneliti, Ryan Brindle dan Sarah Conklin dari Allegheny College Meadville.

Para Peneliti Barat Menemukan Manfaat Tidur Sejenak Di Siang Hari

“Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mengeksplorasi mekanisme di mana tidur siang dikaitkan dengan kesehatan jantung dan untuk mengevaluasi tidur siang sebagai praktik penyembuhan dan perlindungan, terutama untuk individu yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular dan mereka dengan kualitas tidur kurang optimal,” tambah mereka dalam studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Behavioral Medicine.

Profesor Jim Horne dari Sleep Research Center di University of Loughborough pernah meneliti tentang rentang waktu tidur yang ideal sebagai waktu yang diperlukan oleh tubuh manusia. Ia menemukan, bahwa mereka yang berpendapat tidur lebih lama lebih berkualitas tidaklah sepenuhnya benar.

Para peneliti menemukan, tidur enam atau tujuh jam satu hari sudah cukup lama. Sebab jarak waktu atau jam tidur yang dibutuhkan oleh tubuh bisa digantikan pada tidur di siang hari.

Sebelum para peneliti sibuk mencari rahasia dan manfaat tidur, al-Quran telah lama mengungkapkan sisi-sisi rahasianya.

Dalam al-Quran banyak ditemukan ayat-ayatnya yang menerangkan tentang salah satu kebiasaan orang-orang yang bertakwa, di mana memiliki rentang waktu tidur yang sedikit di malam hari:

  • “Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat : 17-18)
  • Dalam Surat Ar Rum disebutkan, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” [QS. ar-Rum (30) : 23]
Imam al Ghazali memberi tips bagi kaum Muslim mengatur ritme, agar bisa bangun untuk shalat tahajjud. 
  • Pertama, jangan terlalu banyak makan dan minum dan kurangi kegiatan yang mengundang rasa lelah baik fisik maupun psikis. 
  • Kedua, menyisihkan waktu sebentar di siang hari menjelang shalat dhuhur atau disebut dengan qailullah. 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan memerintahkan untuk tidur sebentar di siang hari. Beliau bersabda:
قيلوا فإن الشياطين لا تقيل
“Lakukanlah Qailullah (tidur siang), karena sesungguhnya syetan itu tidak melakukan qailullah.” (HR. Ath-Thabrani). 
Belakangan para peneliti Barat menemukan manfaat tidur sejenak di siang hari yang ditengarai banyak memberi manfaat.*

READ MORE

Efek Negatif Meminum Teh Ginseng

Teh Ginseng dalam jangka pendek mempunyai efek yang sangat bagus bagi tubuh; teh ini dapat mengurangi banyak gejala aliments umum dan mengurangi kelelahan. Ginseng merupakan bahan utama untuk banyak teh obat. Namun, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan insomnia dan gangguan jantung, jadi pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter anda sebelum minum teh ginseng secara teratur sebagai alternatif untuk kopi untuk sore.

Di Cina, ginseng dikonsumsi dalam jumlah besar, karena diyakini bahwa ginseng memiliki kekuatan yang mampu meremajakan dan memberikan rangsangan ke seluruh tubuh. Ginseng juga menawarkan perlindungan terhadap kelelahan.
 
Teh Ginseng dan Efek Negatifnya
 
Ginseng dikenal sebagai stimulan untuk sistem saraf pusat. Akar ini juga dapat membantu dengan peradangan, demam, dan ketidakseimbangan beberapa jenis hormon dalam tubuh

Teh Gingseng biasanya dibuat dari Wisconsin akar ginseng. Irisan Gingseng dapat direndam untuk membuat teh yang kental sesuai dengan keinginan, atau dibeli sebagai bubuk dan diseduh menggunakan bola teh.

Kedua metode ini bermanfaat bagi peminum untuk mengontrol jumlah teh yang dikonsumsi dan digunakan. Ada ginseng kantong teh yang tersedia dari toko-toko khusus, namun tidak dianjurkan untuk membeli teh gingseng tanpa membaca semua bahan seperti beberapa teh kemasan dijual sebagai ginseng tetapi sebenarnya memiliki sedikit ramuan yang dicampur kedalamnya, namun tetap gingseng sebagai bahan utamanya. Konsultasikan dengan praktisi herbal atau naturopath untuk jenis yang tepat dari teh ginseng dan bagaimana menyeduh teh yang cocok untuk anda.

Teh dapat ditambahkan dengan sedikit madu atau dibuat dingin dengan menyimpan dalam lemari es karena teh gingseng ini cukup baik disajikan dengan es. Perhatikan dan hati - hati jika anda mengkonsumsi teh ginseng pada saat hamil, dan kami lebih menyarankan untuk tidak mengkonsumsi teh gingseng pada saat hamil.

READ MORE

Inilah 3 Golongan Obat Herbal Tradisional Yang Perlu Anda Ketahui

Penggolongan Obat Herbal

Pengobatan dengan bahan alami saat ini menjadi tren di masyarakat. Tidak mengherankan di pasaran saat ini diserbu aneka macam produk herbal. Tidak jarang produk-produk itu menyatakan diri sebagai obat yang mujarab. Bahkan mengaku mampu mengobati berbagai jenis penyakit.

Pada awalnya penggolongan hanya berdasarkan klasifikasi obat kimia, namun setelah berkembangnya obat bahan alam, muncul istilah obat tradisional. Awal mulanya dibagi menjadi 2, yaitu obat tradisional (jamu) dan fitofarmaka, seiring perkembangan teknologi pembuatan obat bisa dalam berbagai bentuk, berasal dari ekstrak dengan pengujian dan standar tertentu, maka dibagilah obat tradisional menjadi 3, yaitu : Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka.

Jamu

Jamu adalah sediaan bahan alam yang khasiatnya belum dibuktikan secara ilmiah, dalam kata lain belum mengalami uji klinik maupun uji praklinik, namun khasiat tersebut dipercaya oleh orang berdasarkan pengalaman empirik atau pengalaman turun-temurun. Jamu dapat berupa berupa irisan rimpang, serbuk daun, atau akar kering, baik berupa bahan tunggal maupun ramuan beberapa jenis bahan. Jamu disajikan secara tradisional dalam bentuk seduhan, pil, atau cairan. Umumnya, obat tradisional ini dibuat dengan mengacu pada resep peninggalan leluhur.

Kebanyakan “obat herbal” yang ada di pasaran masih berstatus sebagai jamu.Jika dijual dalam bentuk kemasan, produsen harus mencantumkan tulisan “JAMU” dan logo ranting daun berwarna hijau dalam lingkaran.

Herbal Terstandar

Obat Herbal Terstandar (OHT) merupakan sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah di standarisasi. OHT memiliki grade setingkat di bawah fitofarmaka. OHT belum mengalami uji klinis, namun bahan bakunya telah distandarisasi untuk menjaga konsistensi kualitas produknya.

Obat Herbal Terstandar adalah obat tradisional yang telah teruji berkhasiat secara pra-klinis (terhadap hewan percobaan), lolos uji toksisitas akut maupun kronis, terdiri dari bahan yang terstandar (deperti ekstrak yang memenuhi parameter mutu), serta dibuat dengan cara higienis.

Jamu dapat ditingkatkan menjadi Herbal terstandar jika sediaannya berupa ekstrak, cara pembuatannya memenuhi standar, dan telah melewati uji pra-klinis yang meliputi uji toksisitas (keamanan), kisaran dosis, farmakodinamik (kemanfaatan), dan teratogenik (keamanan terhadap janin). 

Logo Herbal Terstandar berupa jari-jari daun (3 pasang) terletak dalam lingkaran dan harus mencantumkan tulisan “OBAT HERBAL TERSTANDAR” 

Fitofarmaka 

Fitofarmaka adalah obat tradisional yang telah teruji khasiatnya melalui uji pra-klinis (pada hewan percobaan) dan uji klinis (pada manusia), serta terbukti aman melalui uji toksisitas, bahan baku terstandar, serta diproduksi secara higienis, bermutu, sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Setelah lolos uji fitofarmaka, barulah resmi disebut sebagai obat.Namun, harus spesifik sesuai dengan yang diujikannya.Misalnya, ketika uji klinis hanya sebagai antikanker, maka tidak boleh diklaim sebagai anti-kanker dan anti-diabetes.

Kemasan produk fitofarmaka berupa jari-jari daun yang membentuk bintang dalam lingkaran. 
Sumber : Muslimdaily.net

READ MORE

Bahaya Sering Mengorek Hidung


Bahaya Sering Mengorek Hidung

Kebiasaan mengorek hidung atau yang biasa dikenal dengan istilah 'ngupil,' adalah hal yang sering dilakukan orang. Kebiasaan ini biasanya dilakukan ketika hidung sedang gatal, tak nyaman setelah terpapar debu dan udara luar.

Yang harus dipahami, bahwa mengupil ternyata bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Bahkan ada juga yang berpendapat, mengupil bisa membuat rongga hidung kita membesar. Apa benar?

Kami wawancarai dokter Nina Amelia dari laman Meetdoctor. Ia katakan mengorek hidung, bila dilakukan terlalu sering dapat menyebabkan gangguan di area penciuman yang cukup berbahaya. Sebab, lubang hidung kita tersusun dari lapisan mukosa yang lembut dan dialiri banyak kapiler darah; sehingga membuatnya rentan terluka dan berdarah.

"Jika Anda terus mengoreknya, apalagi dengan cara yang kasar, akan menyebabkan trauma dan iritasi," ujarnya menjelaskan.

Bahaya dari mengorek hidung ini dapat semakin berbahaya, jika jari yang digunakan untuk mengorek hidung kotor. Tentunya hal tersebut akan membuat kuman dan bakteri masuk ke dalam tubuh melalui hidung.

Namun Nina menampik petnyataan bahwa mengorek daerah itu akan memerbesar rongga hidung. "Mengorek hidung tak akan berpengaruh pada lebar rongga hidung, namun memengaruhi lapisan yang melindung rongga tersebut. Jika terlalu sering dikorek, kelenjar dalam hidung akan iritasi," jelasnya.

Kasus terparah dari mengorek hidung dapat membuat seseorang mimisan. Hal ini terjadi karena pembuluh darah yang ada di dalam rongga hidung mengalami iritasi, hingga akhirnya darah keluar. "Hal ini tentunya konyol, bukan?" ujar Nina.

Selanjutnya Nina menyarankan agar kita tidak melakukan aktivitas mengorek hidung terlalu sering. Yang terpenting, menjaga kebersihan tangan dan jari, agar kotoran dan kuman tak mudah masuk tubuh dalam keadaan apapun.
Sumber : vivanews.co.id

READ MORE

Inilah Beberapa Efek Serius dari Kesepian

Persahabatan dan asmara itu seperti makanan. Kita membutuhkan mereka untuk bertahan hidup. Para psikolog di situs psychologytoday.com mengatakan bahwa manusia memiliki kebutuhan dasar untuk hidup berkelompok dan menjalin hubungan dekat.

Namun di era modern seperti sekarang, kebutuhan sosial terkadang tidak terpenuhi, dan itu bisa merusak seseorang baik secara mental atau bahkan fisik.

Kesepian kronis adalah salah satu penanda bahwa seseorang memiliki ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri. Kegagalan untuk terhubung secara sosial dengan rekan-rekan menjadi alasan di balik sebagian besar kasus putus sekolah di kalangan anak-anak.

Inilah Beberapa Efek Serius dari Kesepian
 
Anak yang merasa terbuang dari lingkungan mereka cenderung mengembangkan kenakalan dan bentuk lain dari perilaku anti-sosial. Pada orang dewasa, kesepian bisa memicu depresi dan kecanduan alkohol.

Psikolog John Cacioppo dari Universitas Chicago telah menemukan beberapa efek dari kesepian. Untuk itu, dia telah melakukan serangkaian studi dan melaporkan bahwa kesepian memiliki dampak serius pada kesehatan, seperti:
  • Hidup sendiri meningkatkan risiko bunuh diri untuk kaum muda dan tua.

  • Orang yang kesepian juga memiliki tingkat stres yang lebih tinggi.

  • Kesepian meningkatkan kadar hormon stres dan tekanan darah. Ini dapat melemahkan regulasi sistem peredaran darah, sehingga otot jantung harus bekerja lebih keras dan pembuluh darah akan rusak karena turbulensi aliran darah.

  • Kesepian menghancurkan kualitas dan efisiensi tidur, sehingga Anda akan menjadi kurang restoratif, baik secara fisik dan psikologis. Anda akan bangun lebih awal di malam hari dan menghabiskan lebih sedikit waktu di tempat tidur.

READ MORE

Terapi Perilaku dan Bicara Pada Anak Dengan Gejala Autis

Tatapan Mata Ibu Kurangi Risiko Bayi Derita Autis

Autis muncul karena ada kelainan pada sistem komunikasi. Ini berkaitan dengan perkembangan komunikasi sosial pada otak. Jika disadari sejak awal, maka dapat diterapkan pola komunikasi sosial yang tepat sehingga gejala dan perkembangan autis dapat ditekan sedikit mungkin. 

Kontak mata sebanyak mungkin dengan bayi yang berisiko tinggi menyandang autis, amat sangat dianjurkan kepada orangtua, terutama jika sebelumnya telah memiliki anak autis. Hal itu tidak sekadar anjuran, melainkan dengan dukungan penelitian pada 200 bayi yang mempunyai saudara sekandung autis. 

Di Amerika Serikat, setiap satu dari 150 bayi lahir menyandang autis. Persentasenya menjadi lebih tinggi yakni satu dari 20 bayi baru lahir, jika salah satu kakaknya mempunyai autis. 

Semua bayi itu dimonitor oleh para ahli, dibagi dalam kelompok usia 6, 12, dan 24 bulan. Setengah dari para ibu dilatih teknik tertentu untuk 'menangkap' komunikasi yang disampaikan oleh bayinya. Para ibu itu juga dilatih menarik perhatian bayi, ketika mereka keasyikan sendiri. Dengan mengeluarkan suara pelan berirama serta bertatapan mata. Ini diyakini dapat mempermudah bayi belajar mengenal bahasa. 

Tentunya diharapkan para oarangtua ada ketika bayi meraih mainan dan mencari keberadaan orangtuanya melalui tatapan matanya, orangtua mesti benar-benar hadir ketika bayi memasuki dunianya dan tengah mencari tahu apa yang mesti dilakukan selanjutnya. Ihwal berguman, memainkan nada suara, kontak mata dan model interaksi lainnya antara orangtua terutama ibu dan dengan bayi, diyakini dapat menekan derajat perkembangan autis. 

Namun pada bayi yang terlahir dari orangtua yang sebelumnya telah melahirkan anak autis, orangtua tidak punya pilihan lain kecuali menunggu dengan harap-harap cemas akan nasib buah hatinya. Sayangnya, sampai saat ini seperti diakui Prof Estes, belum ada metode yang tepat untuk membantu orangtua yang memiliki anak autis melewati masa-masa sulit.

READ MORE

Mengenal Beberapa Jenis Teh dan Cara Membedakannya

Mengenal Beberapa Jenis Teh dan Cara Membedakannya

Dalam perkembangannya, teh telah hadir dalam berbagai jenis yang sulit dibedakan. Kini ada beberapa jenis teh yang cukup terkenal, mulai dari teh putih, teh hitam, teh hijau, dan teh oolong. 

Teh Hitam atau Teh Merah

Teh ini adalah jenis teh yang biasa kita minum. Di Jepang atau di Asia lebih dikenal dengan sebutan “teh merah”, karena air teh sebenarnya berwarna merah. Sementara orang Barat menyebutnya sebagai “teh hitam” karena daun teh berwarna hitam. Di Afrika Selatan, “teh merah” adalah sebutan untuk teh rooibos yang termasuk golongan teh herbal

Teh hitam atau teh merah lebih lama mengalami proses oksidasi dibandingkan tehlainnya. Aromanya kuat dan bisa bertahan lama jika disimpan dengan baik. Tiga cangkir teh hitam setiap hari dipercaya dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler seperti penyakit jantung, menurunkan kadar kolesterol, hipertensi, dan stroke. Nikmati dengan menyeduh teh dalam air panas 100 derajat Celsius selama 3 sampai 5 menit agar semua kandungan nutrisi dalam teh dapat larut.

Teh Putih

Teh putih masih sangat jarang ditemui karena sulit didapat. Ia diperoleh dari pucuk daun teh paling muda yang belum merekah dan masih dilapisi selaput benang keperakan yang halus. Kemudian teh ini diuapkan dan dikeringkan tanpa proses fermentasi. Uniknya, meski telah dikeringkan, daun teh putih tetap berwarna putih keperakan. 

Air seduhannya berwarna kuning pucat, beraroma lembut segar, serta manis rasanya. Kandungan catechin pada teh putih tiga kali lipat lebih tinggi dibanding dengan teh hijau. Teh ini sangat baik untuk melawan kanker, sebagai tonik jantung, dan mengurangi rawan sendi. Agar mendapatkan khasiatnya, disarankan meminum 5 sampai 6 cangkir teh putih setiap hari. Namun jangan menyeduh teh putih ini dengan suhu yang tinggi, cukup dengan suhu 60 derajat Celsius dan diseduhnya selama 5 sampai 7 menit.

Teh Oolong

Teh yang lebih populer dengan sebutan Chinese tea ini diperoleh dengan cara diuapkan, lalu mengalami proses oksidasi atau fermentasi sebagian dalam waktu yang singkat. Karena proses ini, bagian tepi daunnya berwarna kemerahan dan kering sedang bagian tengah daunnya tetap hijau. 

Rasa seduhan teh oolong lebih mirip dengan teh hijau, namun warna dan aromanya kurang kuat dibandingkan teh hitam. Khasiatnya sama dengan teh hitam tapi teh oolong mampu mencegah obesitas dan meluruhkan lemak. Jika Anda sedang berdiet, dianjurkan minum teh oolong 3 sampai 10 cangkir sehari selama satu bulan agar lemak cepat terbakar. Seduh teh oolong dengan air panas bersuhu 80 sampai 90 derajat Celsius selama 5 sampai 7 menit.

Teh Hijau

Teh ini populer di Jepang dan Tiongkok. Teh hijau tidak mengalami fermentasi sehingga khasiatnya lebih banyak dibandingkan teh hitam. Teh ini diperoleh dari pucuk daun teh segar yang mengalami pemanasan dengan uap air pada suhu tinggi. Teh hijau juga memiliki antioksidan yang kuat karena mengandung polifenol organik yang tinggi. 

Sehingga teh hijau dipercaya dapat menurunkan kolesterol dan mencegahnya menempel di pembuluh darah, menstabilkan kadar gula, mencegah kerusakan saraf dan otak akibat penuaan, mencegah risiko jantung koroner dan mengencerkan darah. Agar khasiatnya tidak hilang seduh teh hijau dalam air panas dengan suhu 70 derajat Celsius selama 1 sampai 3 menit.
(kompas.com dari berbagai sumber)

READ MORE

Tidur Kelamaan, Ini Bahayanya

Tidur Kelamaan, Ini Bahayanya

Biasanya, orang kesulitan untuk bisa tidur cukup. Orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7-9 jam. Tetapi ternyata, jika Anda terus-terusan tidur lebih lama dari 9 jam, ini bisa menimbulkan masalah kesehatan.

1. Depresi

Studi terhadap kembar dewasa di tahun 2014 menunjukkan, durasi tidur yang lama meningkatkan resiko terkena gejala depresi. Peserta studi yang tidur antara 7-9 jam memiliki 27 persen sifat bawaan gejala depresi, sementara yang tidur 9 jam atau lebih memiliki 49 persen sifat bawaan gejala depresi.

2. Merusak Otak

Studi tahun 2012 yang meneliti perempuan berusia lanjut menemukan, dalam periode enam tahun otak fungsi otak memburuk bagi mereka yang tidur terlalu lama (atau terlalu sebentar). Perempuan yang tidur selama lebih dari 9 jam (atau kurang dari 5 jam) mengalami perubahan pada otak seakan usia mereka dua tahun lebih tua.

3. Sulit Hamil

Tahun 2013 tim riset Korea menganalisa kebiasaan tidur lebih dari 650 orang yang tengah menjalani proses bayi tabung. Hasilnya, tingkat kehamilan paling tinggi ditemukan pada perempuan yang tidur selama 7-9 jam dan paling rendah pada perempuan yang tidur selama 9-11 jam.

4. Diabetes

Di Quebec, peneliti menemukan dalam periode enam tahun, warga yang tidurnya lebih dari 8 jam beresiko dua kali lipat terkena diabetes tipe 2 atau toleransi glukosa terganggu, dibandingkan yang tidurnya 7-8 jam.

5. Memicu Kegemukan

Peneliti di Quebec juga memantau pertambahan berat badan dan kadar lemak selama enam tahun. Mereka yang tidur 9-10 jam, 25 persen lebih mungkin beratnya naik 5 kilo, walau sudah memperhitungkan pola makan dan aktivitas fisik.

6. Masalah Jantung

Hasil riset yang dipresentasikan tahun 2012 di pertemuan American College of Cardiology menunjukkan, tidur selama 8 jam atau lebih berhubungan dengan bertambahnya resiko terkena masalah jantung. Peneliti menganalisa data dari lebih 3000 orang. Peserta yang tidurnya lama, dua kali lebih besar resikonya terkena angina dan 1,1 kali beresiko terkena penyakit arteri koroner.

7. Kematian Dini

Di tahun 2010 dari 16 studi yang berbeda, peneliti menemukan peningkatan resiko kematian dini pada mereka yang tidur terlalu sebentar dan terlalu lama. Tidur lebih dari 8 jam dikaitkan dengan 1,3 resiko lebih besar mengalami kematian dini diantara 1.382.999 peserta studi.
Sumber: huffingtonpost.com

READ MORE
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...